14/07/2010

Mittwoch Macht Frei: Raining Afternoon





Working in a home-slash-office is really amusing, especially when it's raining in the afternoon. There are another NGOs nearby my office and one of the NGO is saving money from unused public phone box. I found a bit weird in Indonesia, that everything previously belongs to public ended up at junkyard. It's not because they're out of service, damaged or the gov buying a new one, but it's more likely everybody buys things for themselves. Like cars, private lesson or tutorial for students, cellphones or laptops.

I was thinking of some concepts for very short documentary film, about raining in the afternoon. There are few ritual-de-lo-habitual (as Jane's Addiction said) around my office when it's raining. Some people hang their newly-washed clothes outside (yes, we don't use dryer), then run towards it to save it from pouring rain. Sometimes they close their front door to prevent drizzles coming in. But I always tended to go nearby the window. To see the rain hits the window. Closely.

***

Bekerja di rumah yang mirip kantor (daripada kantor yang mirip rumah) sangat menyenangkan, terutama saat hujan siang-siang. Di sebelah tempat kerjaku, ada sebuah LSM yang bergerak di bidang tembakau, namanya AMTI (Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia) dan sebelahnya lagi LSM yang mengumpulkan koin dari telepon umum (nah foto di atas itu adalah setumpuk telepon umum yang sudah tidak terpakai dan koinnya dikumpulkan oleh LSM ini entah untuk apa). Sedikit aneh menurutku sih di Indonesia, segala sesuatu yang bersifat publik malah tidak pernah terjamah. Semuanya menjadi privat. Les privat, "hargai kami, kami butuh privasi", mobil pribadi atau telepon seluler. 

Tempat kerjaku ini tidak bisa dibilang sepi, karena dekat jalan besar dan dekat rel kereta, jadi luar biasa ramai. Justru itu yang membuatku rutin berjemur di kursi depan sebelum masuk bersembahyang menghadap komputer. "'Ramai tapi sepi'-nya itu yang dicari", begitu pikirku. 

Ketika hujan turun di siang hari, orang-orang bergegas memasukkan pakaian yang dijemur di luar dan menutup pintu kantor masing-masing agar airnya tidak masuk ke dalam, sedangkan aku yang berada di dalam semakin mendekati pintu. Melihat hujan. Hujan siang-siang, seharusnya bisa menjadi film dokumenter sangat pendek. terima kasih.

2 comments:

  1. aku juga seneng ujan...kalo lagi di dalam rumah tapinya hehehe :D
    Short film idenya lucu deh! Ayo bikin dong Dindie :D

    ReplyDelete
  2. hihihih terima kasih cecil :) semoga hujan masih sering turun, jadi aku bisa filemin hujan ya. Thanks for supporting

    ReplyDelete